Fitur Aplikasi PSB untuk Pesantren dan Calon Santri
Pembahasan terkait aplikasi PSB memang selalu menarik untuk dibicarakan. Jika di sekolah umum banyak sekali yang menanyakan perbedaan PPDB dan SPMB, maka santri juga memiliki sistem serupa.
Dapat dikatakan bahwa PSB memiliki kemiripan dengan SPMB. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak. Oleh sebab itu, penerimaan santri baru memerlukan mekanisme spesifik.
Baca Juga :
5 Manfaat SPMB Online untuk Sekolah, Apa Saja?
Apa Itu PSB?
Sebelum lebih jauh mengenal aplikasi PSB, ada baiknya untuk memahami definisi dari PSB terlebih dahulu. Penerimaan Santri Baru (PSB) merupakan proses awal yang sangat penting dalam sistem pendidikan pesantren.
Melalui PSB, pesantren akan menyeleksi calon santri yang akan mengikuti pendidikan dan pembinaan. Secara umum, prosesnya mencakup kelengkapan administrasi dan kemampuan dasar agama.
Di sisi lain, apa itu PSB online? Secara garis besar, PSB online adalah sistem penerimaan santri yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dan internet. Sudah banyak pesantren yang mulai menerapkan sistem ini dengan alasan efisiensi.
Baca Juga :
Fitur Aplikasi SPMB Lengkap untuk Sekolah | Mitra SPMB!
Fitur Utama yang Tersedia di Aplikasi untuk PSB
Pada dasarnya, aplikasi PSB memiliki fitur utama yang sama dengan aplikasi SPMB. Hal ini dapat terjadi karena keduanya memakai mekanisme yang serupa. Hanya saja, penerapan PSB khusus dipakai untuk lingkup pesantren.
1. Pendaftaran Calon Santri
Jika masih bertanya PSB untuk apa maka pembahasan ini sangatlah wajib untuk dicermati. PSB diselenggarakan oleh pesantren untuk menyeleksi dan menerima calon santri baru. Mekanismenya dapat dilakukan secara online maupun offline.
Saat ini, sistem PSB online lebih masif digunakan karena menawarkan efisiensi tinggi. Aplikasi untuk PSB menyediakan fitur pendaftaran yang membantu calon santri dan wali. Proses pendaftaran tidak wajib dilakukan di lingkungan pesantren.
Melalui fitur ini, calon santri bisa mengisi data diri, data wali, dan memilih jalur PSB. Sejak awal, fitur-fitur yang tersedia memang memudahkan proses penerimaan santri dari mana saja dan kapan saja.
2. Unggah Dokumen Persyaratan
Cara kerja aplikasi untuk PSB sangat mirip dengan aplikasi SPMB. Di dalamnya juga terdapat fitur untuk mengunggah dokumen persyaratan. Untuk menyelesaikan tahap pendaftaran, calon santri perlu mengunggah beberapa dokumen penting dalam bentuk digital.
Misalnya saja, ijazah, kartu keluarga, akta kelahiran, dan surat keterangan sehat. Aplikasi untuk PSB akan menyimpan seluruh data tersebut secara aman dan terpusat. Setelahnya, pengelola pesantren akan melakukan verifikasi data.
Sebelum adanya aplikasi untuk PSB pesantren seperti MitraSPMB.id, pengumpulan dokumen berlangsung manual dan rawan hilang. Proses verifikasi yang dilakukan oleh pengelola pesantren juga memakan waktu panjang.
3. Informasi Jadwal Wawancara
Tidak lupa, aplikasi ini juga memungkinkan pengelola pesantren untuk memberikan informasi jadwal wawancara masing-masing calon santri dengan jelas. Meliputi waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan wawancara.
Sebelum pemanfaatan aplikasi, penyampaian jadwal wawancara biasanya dilakukan secara lisan atau memakai pengumuman tertulis. Cara ini sering kali menimbulkan kendala dan keterlambatan informasi.
Baca Juga :
Aplikasi SPMB Madrasah, Dapat Digunakan untuk Semua Jenjang
Jalur PSB yang Umum Berlaku
Setelah memahami fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi untuk PSB, ketahui pula jalur yang umum berlaku. Meliputi jalur reguler, tahfiz, serta mukim dan non-mukim. Masing-masing jalur memiliki karakteristik yang cukup berbeda.
1. Reguler
Pertama, terdapat jalur reguler yang memungkinkan calon santri mengikuti proses pendaftaran dengan persyaratan standar, sesuai ketentuan pesantren. Setelah mengisi formulir, calon santri akan diminta melengkapi administrasi dan mengikuti tes dasar.
2. Tahfiz
PSB pesantren juga sering kali membuka jalur tahfiz. Sesuai dengan namanya, jalur ini memang diperuntukkan untuk calon santri yang memiliki kemampuan atau minat khusus dalam menghafal Al-Qur’an.
3. Mukim dan Non-Mukim
Sementara itu, jalur mukim dan non-mukim membedakan calon santri berdasarkan sistem tinggalnya. Santri mukim akan tinggal di asrama pesantren, sedangkan santri non-mukim hanya mengikuti kegiatan belajar saja (tidak tinggal di asrama).
Baca Juga :
Aplikasi SPMB SMA Harga Spesial - Daftar Mudah dan Cepat!
Rekomendasi Aplikasi PSB Unggulan untuk Pesantren
Tidak semua paham dengan cara membuat web SPMB online, agar lebih praktis Bapak/Ibu pengelola pesantren dapat menggunakan layanan MitraSPMB.id. Cara kerjanya yang mirip sangat memungkinkan layanan ini dipakai untuk PSB.