Apakah SPMB Bayar? Seperti Ini Mekanisme Lengkapnya
Pertanyaan mengenai apakah SPMB bayar sering kali muncul di tengah masyarakat umum, baik untuk SD, SMP, maupun SMA. Hal ini wajar karena proses penerimaan peserta didik baru merupakan momen yang penting bagi orang tua dan calon siswa.
Sejak awal, orang tua dan calon siswa perlu memperhatikan transparansi biaya mengenai seleksi masuk di setiap sekolah. Tidak sedikit orang tua yang khawatir mengenai pungutan biaya tertentu ketika mendaftarkan anak ke jenjang berikutnya.
Baca Juga :
5 Manfaat SPMB Online untuk Sekolah, Apa Saja?
Sekilas Tentang SPMB
Sebelum masuk ke pembahasan mengenai apakah SPMB bayar, alangkah lebih baik untuk memahami definisinya terlebih dahulu. SPMB adalah Sistem Penerimaan Murid Baru yang digunakan dalam proses penerimaan peserta didik pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
Melalui SPMB, seleksi peserta didik baru dilakukan berdasarkan jalur dan kriteria tertentu. Sejak awal, kehadiran SPMB memang dirancang untuk menjamin penerimaan peserta didik yang objektif dan transparan.
Dengan penerapan SPMB di sekolah-sekolah, pemerintah berupaya menciptakan proses penerimaan peserta didik yang adil dan tertib. Tidak ada lagi praktik diskriminatif dan pungutan liar yang meresahkan.
Baca Juga :
Perbedaan PPDB dan SPMB: Kenali Perubahannya!
Perbedaannya dengan PPDB
Agar lebih paham mengenai sistem SPMB, simak pula penjelasan di bawah ini. Pada dasarnya istilah SPMB dan PPDB memiliki kesamaan, hanya saja penerapannya diperbarui kembali agar lebih sesuai.
1. Untuk Jenjang SD
Tidak ada perubahan signifikan antara sistem PPDB dan SPMB di tingkat SD. Jalur pendaftaran peserta didik baru masih menerapkan sistem lama. Hanya saja, istilah yang dipakai diganti dengan SPMB.
Minimnya perubahan didasarkan pada tingkat sebaran SD negeri di Indonesia yang sudah merata. Secara umum, pembagian kuota dalam SPMB SD di beberapa wilayah terbagi dalam alokasi berikut ini.
- Jalur domisili: 70%
- Jalur afirmasi: 15%
- Jalur mutasi: 5%
2. Untuk Jenjang SMP
Penerapan SPMB pada jenjang SMP lebih beragam daripada SD karena melibatkan beberapa jalur penerimaan. Setidaknya terdapat 4 jalur yang diterapkan. Pemerintah dan panitia SPMB menerapkan komposisi jalur yang lebih proporsional.
Penetapan kembali komposisi jalur bertujuan untuk menghindari penumpukan peserta didik pada satu jalur saja. Tinggal mengikuti kebutuhan dan daya tampung masing-masing sekolah agar lebih sesuai.
Dibandingkan PPDB, SPMB memberikan kejelasan yang lebih tegas mengenai proporsi masing-masing jalur. Pada dasarnya, jalur domisili tetap menjadi jalur yang paling utama dalam penerimaan siswa.
| Jalur | SPMB | PPDB |
| Domisili | 40% | 50% |
| Afirmasi | 20% | 15% |
| Prestasi | 25% | 25% |
| Mutasi | 5% | 5% |
3. Untuk Jenjang SMA
Pada jenjang SMA, penerapan SPMB menggunakan sistem yang lebih terstruktur dan kompetitif. Jumlah jalurnya masih sama dengan jenjang SMP. Mekanisme penerimaan peserta didik baru di jenjang SMA sudah menerapkan SPMB online.
Pengaturan kuota untuk masing-masing jalur tampak lebih fleksibel. Meski begitu, terdapat batas minimum dan maksimum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Perbedaan paling mencolok terlihat pada proporsi jalur prestasi, jumlahnya lebih besar dari SPMB SMP.
| Jalur | SPMB | PPDB |
| Domisili | 30% | 50% |
| Afirmasi | 30% | 15% |
| Prestasi | 30% | 30% |
| Mutasi | 5% | 5% |
Baca Juga :
Aplikasi SPMB SMA Harga Spesial - Daftar Mudah dan Cepat!
Apakah SPMB Bayar?
Masuk ke inti pembahasan mengenai apakah SPMB bayar. Pada prinsipnya, SPMB tidak dipungut biaya untuk sekolah negeri. Seluruh tahapan SPMB tidak membutuhkan biaya sama sekali alias gratis.
Mulai dari tahap pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman hasil masuk. Seluruh tahapan ini berlangsung secara gratis. Ketentuan tersebut berlaku secara nasional agar pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dapat tercipta.
Misalnya saja SPMB Jakarta yang sudah dilakukan tanpa pungutan biaya sama sekali. Ketentuan ini berlaku untuk sekolah-sekolah negeri. Apabila menerima permintaan pembayaran, orang tua dapat melakukan pengaduan.
Meski begitu, banyak orang tua yang belum memahami perbedaan antara pembayaran SPMB dan kebutuhan setelah siswa dinyatakan diterima. Biaya buku, seragam, dan kegiatan sekolah bukanlah bagian dari SPMB. Untuk itu, orang tua perlu memahami perbedaannya.
Penutup
Setelah memahami penjelasan di atas, orang tua maupun calon siswa tidak perlu lagi membingungkan apakah SPMB bayar atau tidak. Untuk mendorong keberhasilan SPMB, Bapak/Ibu sebaiknya menggunakan aplikasi MitraSPMB.id. Tersedia pula demo secara gratis.